Bab 30. Impian Lama

1133 Words

Langit Singapura terlihat bersih dan hampir tanpa kabut. Gedung-gedung tinggi berdiri seperti barisan penjaga raksasa yang memantulkan cahaya lampu kota. Jalanan masih hidup meski waktu sudah melewati tengah malam. Amanda berdiri di depan jendela apartemen tinggi yang menghadap ke arah teluk. Pantulan lampu dari Marina Bay terlihat seperti serpihan emas yang tersebar di permukaan air. Ia mengenakan kemeja putih sederhana dan celana panjang hitam. Penampilannya kini jauh berbeda dari Amanda Amareta yang saat itu benar-benar fokus menjadi ibu rumah tangga. Amanda tampak lebih rapi. Lima bulan yang lalu, ia hanyalah seorang wanita yang nyaris kehilangan nyawanya. Sekarang … ia justru seperti seseorang yang baru dilahirkan kembali. Bravy berdiri beberapa langkah di belakangnya. Tangannya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD