"Amanda ...." Amanda masih duduk di tepi tempat tidur ketika Bravy kembali masuk ke kamar dengan langkah cepat. Wajahnya sudah jauh lebih tenang dibanding beberapa menit lalu, meskipun bekas tangis masih terlihat jelas di matanya. “Aku butuh satu hal lagi,” kata Amanda pelan. Bravy berhenti di depannya. “Apa pun.” “Aku mau pindahin semua data dari HP lama ke HP baru. Semua file, dan semua bukti yang ada di galeri. Semuanya?” Amanda menelan ludah. “Aku nggak mau ada satu pun yang tertinggal.” "Ck ... cuma itu?" Bravy mengangguk tanpa ragu. “Kamu mau HP apa?” Amanda sempat terdiam beberapa detik. Dulu, setiap barang yang ia pakai selalu dipilihkan Kevin. Bahkan ponsel pun bukan benar-benar miliknya. Sekarang dan untuk pertama kalinya, ia harus memilih sendiri. “Yang aman, yang baru, d

