Bab 23. Sudah Tahu

1307 Words

Baratayuda sudah setengah berbalik ketika tubuh tinggi Bravy tiba-tiba berpindah posisi dan berdiri tepat di hadapannya, hingga akhirnya membuat langkah pria paruh baya itu terhenti. “Minggir kamu, Bravy!” suara Baratayuda mengeras dengan rahang yang menegang, matanya penuh amarah yang jelas bukan ancaman kosong. “Dia sudah kelewatan!” Bravy tidak bergerak satu inci pun dari tempatnya. Tatapan mereka bertemu pada satu titik, dua pria dengan aura d******i yang sama kuatnya, dan sama berbahayanya. “Kalau Anda mau bunuh Kevin sekarang,” ucap Bravy rendah namun tegas, “itu terlalu mudah buat dia.” Baratayuda menyipitkan mata. “Apa maksudmu?” “Orang seperti Kevin,” lanjut Bravy, “kalau mati cepat … dia nggak akan pernah ngerasain penyesalan. Nggak akan pernah ngerasain kehilangan. Nggak ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD