Kevin tidak langsung bangkit setelah pukulan itu. Tubuhnya masih setengah membungkuk, satu tangan memegangi rahang yang terasa seperti baru saja retak. Napasnya terdengar berat, dan neberapa detik berlalu dalam keheningan yang aneh. Lalu perlahan … Kevin tertawa rendah yang terdengar seperti seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang sangat besar. “Haha … hahaha .…” Ia mengangkat kepalanya perlahan. Sudut bibirnya berdarah tipis, tetapi senyumnya justru melebar. “Nggak pernah … memiliki ikatan pernikahan?” ulangnya pelan. Matanya berpindah dari Bravy ke Amanda. “Apa kamu ingin aku percaya dengan semua omong kosongmu itu?" Bravy tidak menjawab dan wajahnya tetap dingin. Amanda juga tetap diam, seolah sudah muak dengan semua permainan yang Kevin tunjukkan. Kevin berdiri tegak la

