“Semua sudah habis!” Kevin membanting botol itu ke meja kayu. “Brak!” Cecilia mengerutkan kening. “Habis?” Kevin tertawa pendek. "Amanda sudah menghancurkanku!" Cecilia mundur satu langkah saat mendengarnya. Kedua matanya membulat sempurna, napasnya tertahan seolah baru saja mendengar sesuatu yang memang mustahil untuk didengar. “Amanda? Apa ... Kak Kevin udah ketemu sama Amanda?” tanyanya cepat. Kevin mengangguk geram. Rahangnya mengeras dengan mata yang masih menyala penuh amarah. “Di mana?” Cecilia kembali bertanya, kali ini lebih pelan, tapi jauh lebih tegang. “Di villa,” jawab Kevin singkat. Cecilia terdiam. Pikirannya langsung berputar. Villa itu, ia mengingatnya dengan sangat jelas. Villa besar yang pernah ia minta dari Kevin. Tempat yang seharusnya bisa jadi miliknya kal

