"Bagaimana keadaan Anda?" Elang menghampiri Nurul yang tampak syok. "Saya... tidak apa-apa, Pak. Cuma lecet-lecet sedikit," jawab Nurul setelah bisa mengatasi rasa kagetnya. "Oh ya, terima kasih banyak atas bantuan Bapak tadi." Nurul mengucapkan terima kasih dengan suara yang terdengar lebih stabil. Padahal tubuhnya terasa remuk redam. Siku dan lututnya perih luar biasa. Satu sisi tubuhnya seperti terbakar, lecet panjang akibat gesekan aspal. Ia bahkan bisa merasakan darah perlahan mengalir dari luka di sana. Tadi, saat adrenalinnya masih tinggi, ia hampir tidak merasakannya. Tapi sekarang luka-luka itu mulai berdenyut dan perih di sekujur tubuhnya. Namun ia berusaha memperlihatkan sebaliknya. Elang menatapnya sekilas namun menyeluruh. Memindai dari ujung kepala hingga kaki. Tatap

