Bab 19 - Keluh kesah

1458 Words

Sore menjelang malam, Keandre sampai di rumah. Begitu kakinya melangkah masuk melewati pintu utama, ia langsung berseru. "Aku pulang, Pa!" ujar Keandre, meletakkan kunci mobilnya di meja konsol dekat pintu. Darren yang baru saja kembali dari dapur, membawa segelas air, sudah duduk santai di kursi single ruang depan, mengenakan pakaian rumahan yang elegan. Ia menatap anaknya yang sedang sibuk membuka sepatu. "Gimana kuliah, Kak? Semuanya lancar?" tanya sang Ayah, nadanya datar namun penuh perhatian khas seorang ayah. Keandre menaruh sepatu sneakers mahalnya di rak, lalu berjalan menuju sofa single di seberang Ayahnya, menjatuhkan diri dengan sedikit kelelahan. "Ya, lancar-lancar aja, Pa. Enggak ada masalah apa pun," jawab Keandre, berusaha terdengar meyakinkan. Meskipun kenyataannya, p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD