Tepat sebelum mengunggah foto tas mewah itu ke i********:, Alena baru saja mengakhiri malam yang—setidaknya—membuatnya senang. Alena berbalik sebentar, ia mengamati mobil mewah Darren perlahan menjauh dari pelantaran. Pria itu sungguh teliti; memastikan lampu teras Alena menyala dan pintu rumahnya tertutup sempurna, barulah ia melambaikan tangan singkat dari balik kemudi dan menghilang ditelan kegelapan jalan kompleks. Alena memutar kenop pintu. Udara dingin malam langsung berganti kehangatan aroma reed diffuser kesukaan Mamanya. "Eh, putri Mama akhirnya pulang juga." Langkah Alena terhenti. Sang Mama, Amel, muncul dari dapur sambil mengelap tangannya dengan serbet. Senyumnya lebar, tetapi tatapan mata Amel yang penuh selidik itu langsung membuat bahu Alena tegang. "Mama baru aja mau

