Fanya berteriak melihat Lily yang tersungkur, dárah mulai mengalir dari perut sebelah kiri yang disebabkan oleh dirinya. “Ada apa?” Teriak Listi yang mendengar jeritan Fanya. “Aaaaaa, Lily.” Wanita itu histeris melihat Lily bersimbah dárah. “Lily.” Axel menghampiri Lily dengan panik. “Lily, kenapa bisa begini?” Edi terkejut, takut dan bingung menjadi satu. Pada akhirnya ia menghampiri Lily yang masih dalam keadaan setengah sadar. “Nak, apa yang terjadi?” Tanpa menunggu lama, dengan hati-hati Axel langsung mengangkat tubuh Lily dan membawa dalam rangkulannya. “Biar saya bawa Lily ke IGD.” “Om ikut.” Ucap Edi. “Papa juga akan panggil dokter untuk Fanya.” Sementara itu Listi terus memeluk Fanya yang histeris setelah menyakiti saudari tirinya. “Ma, Lily kenapa berdarah? Ma, Lily begitu