BSW Bab 155

2035 Words

Raga jelas tahu nomor ponselnya diblokir oleh Mara. Karenanya, dia tidak pernah menyangka akan melihat nama wanita itu di layer ponselnya—sedang berusaha untuk tersambung dengannya. Sepasang mata pria yang masih terkejut itu mengedip berulang kali. “Cepat angkat, Ga. Keburu mati.” Andra menyadarkan sang teman yang masih tercengang saking kagetnya mendapati Mara—perempuan yang ia cari-cari menghubungi dirinya. Raga buru-buru menekan tombol terima, lalu membawa benda tersebut ke telinga kanan dengan detak jantung yang sudah meningkat berkali lipat. “Beb, maafkan aku.” Adalah kalimat yang pertama kali keluar dari bibir Raga setelah ponsel melekat di telinganya. Pria itu menelan ludah yang terasa menggumpal begitu mendengar desah berat seseorang yang sedang terhubung dengannya. “Dengarkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD