BSW Bab 156

1801 Words

Turun dari taksi, Raga langsung berlari. Andra mengikuti sambil mengumpat sang teman yang pergi begitu saja tanpa membayar ongkos taksi. Sialan, kesal pria itu. “Tunggu, Ga.” Andra mempercepat ayunan kakinya. Dengan napas sedikit memburu—Raga mengedarkan pandangan mata. Begitu melihat apa yang dicarinya, pria itu kembali berlari. Satu hari lagi sudah terlewat dan dia masih belum menemukan keberadaan Mara dan putrinya. Dia sudah menyisir sebagian tempat hingga harus menyerah karena lelah. Pun hari sudah menjelang pagi. Mereka butuh istirahat untuk kembali menyisir di pagi hari. Beberapa gedung yang menurut informasi biasa dipakai untuk pesta pernikahan kalangan atas di kota tersebut juga sudah Raga sambangi, akan tetapi dia tidak menemukan nama Asmara Wulandari sebagai calon pengantin pa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD