Bab 9

1099 Words

Suasana pagi itu terasa berbeda di ruang makan rumah Raihan. Biasanya, suara tawa kecil Jihan dan obrolan ringan selalu mengiringi sarapan mereka. Namun kali ini, meja makan dipenuhi keheningan yang menekan. Laura duduk di ujung meja dengan pandangan kosong menatap piringnya. Sendok di tangannya hanya bergerak pelan, menyentuh nasi tanpa benar-benar memakannya. Sesekali ia menghela napas, tapi tak satu kata pun keluar dari bibirnya. Raihan yang duduk di seberang Laura diam-diam mengamati. Sejak subuh tadi ia sudah berniat bicara, meminta maaf tentang kejadian semalam, tapi setiap kali mencoba mendekat, Laura selalu menghindar. Tatapannya dingin, bahkan enggan menoleh ke arah Raihan. Jihan yang duduk di samping Laura mengerutkan dahi. Gadis kecil itu bisa merasakan ketegangan yang entah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD