Laura berdiri di depan cermin kamar Mina, menatap pantulan dirinya dengan senyum lebar. Kini ia sudah berganti pakaian ketat milik Mina, rok mini hitam dipadu crop top tanpa lengan, rambutnya terurai indah dengan riasan tebal di wajahnya. Bayangan itu membuatnya merasa seolah kembali ke dirinya yang dulu yang bebas, liar, tanpa batasan. “Lo kayak… nggak pernah pake baju begitu dah,” celetuk Mina yang baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya. Tangannya cekatan mengaduk mie instan yang ia masak di dapur mungil apartemen itu. Laura menoleh dengan senyum miring. “Baju gue semua dibuang bokap. Nyokap cuma beliin gue gamis sama baju longgar. Bayangin aja, tiap hari kayak… ketutup semua. Nggak nyaman banget, Na. Tapi mau gimana lagi? Gue cuma bisa diem.” Mina menghela na

