Pagi-pagi Rian mengajak istrinya pulang ke rumah mertuanya lagi. “Ma, aku mau pamit hari ini.” “Besok pulangnya. Baru juga sehari di sini.” “Tapi kan aku juga kerja, Ma.” “Nggak usah kerja, kamu kan bos di sana. kamu bisa bolos sehari. Temenin Satria sama Dinda di rumah.” “Ya udah aku ambil baju dulu kalau gitu.” “Tuh baju!” tunjuk mamanya di ujung sofa dan terlihat ada sepatu mungil juga untuk Satria. “Mama beli tadi pagi-pagi buat cucu, Mama. Biar kamu di sini nginap dulu, Mama masih pengen sama dia.” Rian tersenyum melihat mamanya yang pagi-pagi sudah menyediakan itu untuk anaknya. “Itu beneran kan buat, Satria, Ma?” “Iya, kan Mama udah pergi beli tadi pagi. Untung kan tokonya buka pagi-pagi gitu. Mama beli sekalian beliin dia baju beberapa biar dia nginap dulu di sini.”