Author’s POV Keyra tersenyum menatap sepasang mata bening yang kini terpejam. Sebelumnya sosok mungil itu telah menyusu hingga sejam lamanya. Keyra merasa sedikit pegal karena cukup lama menggendong bayi tampan itu di pangkuannya sementara mulut mungilnya tampak begitu menggemaskan saat mengisap ASI diiringi suara decakan dan tegukan. Keyra memindahkan bayi di pangkuannya ke dalam box dengan hati-hati. Dia masih merasa agak sedikit kaku menggendong bayi. Sesaat dia merasakan ada melingkar di pinggangnya. Kecupan lembut di pipi membuatnya sedikit terkesiap. “Sayang.. kalau baby Ardan tidur, kamu ikut tidur aja. Semalam kamu abis begadang kan?” Keyra membalikkan badan dan menatap suaminya dengan senyum yang begitu lembut, “nggak pingin tidur Gi. Rasanya pingin natap dia terus. Damai bang

