"Kok lama tadi, balik kantornya? Lani bilang, hampir jam tiga. Jadi ketemu dengan yang nemu dompet?" Kayla melingkarkan lengannya di pinggang Agastya saat pintu lift telah menutup sempurna. Ia rindu prianya yang sejak tadi pagi sudah keluar meeting ke kantor cabang. Untung saja kerjaan Agastya bisa selesai tepat waktu sehingga mereka tetap bisa pulang bersama. Agastya balas memeluk istrinya erat, mengecup kening, hidung kemudian bibirnya. "Iya, ngobrol dulu tadi. Dia punya bisnis otomotif, Mas tertarik mau ganti Rubicon kita yang lama dengan yang baru. Kamu gak keberatan kan?" "Lah, uang, uang kamu, kenapa aku yang keberatan?" "Kamu gak mau beli mobil?" Agastya mengecup lagi bibir sang istri yang tampak manyun. "Ya ampun, sekarang aja di parkiran basement apartemen ada tiga, belum lag

