66a. Ruang Hati

1011 Words

"Kak, udah sampai?" tanya Jerome di seberang sana. "Udah, Jer. Baru aja." Jill melangkah dengan ringan memasuki rumahnya. Kembali ke rumah kini tidak lagi terasa terlalu menakutkan bagi Jill, meski rasa sepi itu tetap masih ada, namun setidaknya ia tidak lagi merasa sesak. Mungkin Jill bisa mengatakan dengan berani, perlahan dirinya mulai sembuh. Setelah perjalanan panjang menjauhkan diri dari kehidupan normalnya, Jill mulai bisa menata kembali hatinya. Ia masih sering mengingat Dav, bahkan masih selalu ingat. Tapi kini ia mulai bisa tersenyum setiap kali mengingat sosok Dav. Bukan lagi mengingat mendiang suaminya dengan perasaan penuh luka seperti dulu. "Istirahat, Kak." Adiknya mengingatkan. Jill tersenyum sendiri. Seperti itulah Jerome padanya, selalu bersikap melindungi. Jerome

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD