41. Dua Bocah Nakal

2124 Words

Pagi-pagi sekali Dav sudah muncul di tempat Kai. Ia menarik kursi meja makan di sebelah kakaknya dan bertanya santai. "Mas, Jou boleh di ajak jalan-jalan?" Akhir pekan ini Dav berencana menemani keponakannya tersayang, karena ia tahu Kai harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Ia tidak tega membayangkan Jourell harus menghabiskan akhir pekannya hanya berdua dengan pengasuh saja, atau bahkan lebih buruk lagi, bocah mungil itu harus menghabiskan waktu di rumah kakeknya yang sangat kaku. "Mau diajak ke mana?" Kai yang tengah menikmati kopinya sambil memeriksa kembali bahan presentasinya untuk hari ini, mengangkat kepalanya dan menatap adiknya curiga. Dav tersenyum lebar. Sama sekali tidak terpengaruh dengan tatapan Kai. "Pameran robot." "Yang di BSD?" "Iya." Dav mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD