Di dalam mobil, Nadia terus saja merintih kesakitan. Darah pun belum juga berhenti mengalir, merembes melewati baju yang Nadia pakai hingga jok mobil Robi basah terkena darah. “Rob ... tolong aku, Rob. Tolong anakku,” pinta Nadia dengan suara pelan. Tangannya terus menyangga perut yang terasa makin tidak keruan. “Iya ... kamu tenang, ya ... kita akan ke rumah sakit. Kamu harus bertahan.” Robi memberi mantan istrinya itu semangat. Ia sangat tidak tega melihat wanita itu. Di tengah rasa panik yang melanda, Robi berusaha mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Berharap bisa cepat sampai tujuan. Sesampainya di rumah sakit, pria itu segera turun dari mobil dan berteriak memanggil suster untuk membantunya. “Bertahan, Nad ... bertahan. Aku mohon,” ucap Robi melihat Nadia terlihat sudah mu

