Mata-Mata

1306 Words

Tepat saat Zee berjuang melawan gejolak batin dan beban leg press di set tambahan, mata Jonathan mendadak beralih. Bukan pada Zee, melainkan pada titik jauh di sisi kanan ruangan. Ekspresinya yang tadinya fokus pada hitungan, kini berubah menjadi waspada, tetapi ia tetap menahan pegangan pada pinggul Zee. “Zee,” bisik Jonathan, suaranya rendah dan serius, tidak menoleh sedikit pun. “Sepertinya ada yang sedang memata-matai kita.” “A-apa?” Sensasi gairah Zee mendadak terpotong dingin karena kaget. “Apa?” Kepala Zee hampir saja menoleh ke arah seorang pria bermasker di sebelah mereka. Namun, Jonathan bergerak cepat, menahan pergerakan kepala Zee dengan telapak tangan kanannya. “Jangan!” cegah Jonathan, suaranya pelan tapi tajam. Tangan kirinya tetap mengunci pinggul Zee. “Dia sedang meng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD