Mama

1212 Words

“Apa itu Mama-mu?” Tanya Jonathan, suaranya sedikit berbisik, mencoba memastikan. “Iya,” jawab Zee, tanpa menoleh sedikit pun ke arah Jonathan. Tatapan matanya lurus dan terpaku pada sosok perempuan paruh baya di ambang pintu kos itu. “Apa aku perlu menyapa? Sebagai pacar?” Tanya Jonathan, nada suaranya penuh rasa ingin tahu dan kesiapan berakting. “Aku rasa ti—” Belum juga Zee melanjutkan ucapannya, Jonathan sudah membuka pintu mobil dan terlihat berjalan dengan langkah mantap menghampiri Ibu Zee. Zee terperanjat kaget, matanya membulat. Ia hanya bisa menghela napas kasar—sebuah tanda kepasrahan karena Jonathan sudah melanggar batas yang belum sempat ia tetapkan. “Malam, Tante …” Sapa Jonathan, tersenyum ramah dan sopan. “Malam …” Jawab Ibu Zee, nadanya terdengar ramah, meskipun ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD