Bab 19 🍒

1224 Words

Mobil van mewah itu akhirnya berhenti di dalam area parkir bawah tanah yang bener-bener privat dan tertutup. Aksesnya langsung terhubung ke sebuah lift khusus yang bakal membawa mereka ke penthouse pribadi milik Gavin di lantai paling atas gedung pencakar langit kawasan Sudirman. Pintu geser otomatis terbuka. Tanpa membuang waktu atau meminta persetujuan, Gavin langsung menyusupkan kedua lengannya ke bawah tubuh Vero, mengangkat gadis itu dalam gendongan ala bridal style. "Lepasin, Om! Aku bisa jalan sendiri!" protes Vero, wajahnya memerah karena malu sekaligus kesal. Vero memukul bahu kokoh Gavin, tapi tubuh pria itu bener-bener kayak dinding beton, gak bergeming sedikit pun. Gavin gak bersuara. Ia cuma menatap Vero sekilas dengan tatapan mata elangnya yang dingin, lalu melangkah le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD