Ruangan itu tampak temaram. Cahayanya hanya sebatas dari lampu tidur dan lampu luar. Di kamar mewah apartemen Xander, tampak Faye terbaring lemah. Perempuan itu menggeliat, mengerjap sebentar. Kemudian mengedarkan pandangan. Ia terkejut karena berada di ruangan yang tidak dikenali. “Aku di mana?” Faye langsung beringsut, berusaha duduk di atas ranjang. Namun, kepalanya terasa berdenyut, akhirnya terbaring lagi. Ia berusaha mengingat, kejadian apa sebelumnya. Namun, kepalanya begitu berat, ia memukul menggunakan tangan dengan pelan. “Awww ....” Faye meringis, lalu terbelalak saat melihat ke arah pintu. Sosok lelaki bertubuh tegap baru saja masuk. “Xander ....” Faye berusaha bangkit, tetapi tubuhnya masih terkena efek bius. Pandangannya sedikit kunang-kunang. Meski begitu, Faye tidak

