“APA?!” pekik Faye, ponselnya langsung terjatuh ke lantai. Jantungnya seolah berhenti. Syok bukan main. Baru saja siang tadi Faye masih bertemu dengan Audrey, makan bersama. Kini gadis malang itu sudah meninggal tragis. “Sayang, kenapa?” Faye menoleh, sadar Xander sejak tadi ada di sampingnya. “Xander, Audrey kecelakaan. Dia korban tabrak lari, meninggal di tempat,” jelasnya dengan suara bergetar hebat, lalu menangis terisak. “Apa?” Xander terkejut mendengar berita itu. “Ayok kita segera ke sana!” Faye mengangguk cepat. Mereka segera menaiki mobil Xander, meluncur dengan kecepatan maksimal menuju lokasi. Beruntung jalanan tidak terlalu ramai, Xander dengan lihai menyalip kanan kiri agar segera tiba di tujuan. Sementara Faye sudah menangis, tak bisa menahan diri. Sesampainya di

