Kondisi ruangan itu cukup hening, dokter sedang memeriksa kondisi Faye. Perempuan itu masih terbaring di atas ranjang. Namun, kini keadaannya sudah lebih baik. Wajahnya sudah mulai terlihat segar. “Bagaimana, Dok?” tanya Faye, matanya menatap lekat dokter wanita paruh baya yang baru saja menjauhkan stetoskop dari dadanya. “Kondisi kamu sudah lebih baik, keluhan juga sudah sangat berkurang. Setelah infusan habis, kamu bisa pulang.” Dokter wanita itu tersenyum ramah. Faye menghela napas lega, lalu mengangguk paham. “Baik, Dok. Terima kasih banyak.” “Sama-sama. Kalau begitu, kami permisi.” Faye mengangguk, membiarkan dokter dan perawat tersebut pergi. Keluar dari ruangan, meninggalkannya kembali sendiri. Ia memandang kamar rawatnya, sepi. Sejak diusir, Xander juga tidak pernah ke

