Dua tahun bukan waktu yang sebentar, tapi sudah terbilang cukup untuk mereset kehidupan yang sempat hancur berantakan tanpa arah. Gadis yang mentalnya rusak dan payah, kini mencoba hidup seorang diri dengan pegangan seadanya. Modal tabungan dan uang hasil menjual barang-barang mewahnya ia gunakan untuk menyambung hidup di perbatasan kota. Cukup jauh dari hingar-bingar kehidupan yang sempat mengukung dirinya. Kini ia bebas, nyaris tanpa adanya drama menghadapi lelaki manipulatif itu. Tubuhnya juga perlahan menggemuk, wajah cerah, tidak lagi kusam. Faye perlahan sembuh, tapi bukan itu fokusnya sekarang. Berada jauh dari jangkauan Xander saja, baginya sudah melegakan. Di sini, ia memang tinggal seorang diri. Kost berukuran sedang yang menjadi saksi bisu betapa seringnya Faye menangis di t

