Faye 52

1033 Words

Faye meneguk ludah kasar, menatap lebih lama ke arah Xander yang malah tersenyum puas. Merasa hanya mimpi, Faye menepuk pipinya berulang kali, memastikan lelaki di hadapannya tidak nyata. Sayangnya, dunia yang terlalu sempit ini, ia harus dihadapkan oleh sebuah kenyataan pahit. Xander terus mengejarnya, mau pergi sampai ke ujung dunia pun, Faye tidak bisa benar-benar lari. Waktu dua tahun itu hanya sebagai penunda, persiapan Xander melakukan hal yang lebih gila. “Pu-putus? Aku selama ini sudah menganggap hubungan kita berakhir, Xander!” tegas Faye setengah berbisik, tak ingin satu outlet mengetahui pemasalahan mereka berdua. Ya, meski nyaris semua teman Xander tahu bahwa Faye adalah kekasih pria tampan itu. “Ck, apakah selama itu aku mengiyakan? Tidak, bukan? Jangan terlalu naif, Say

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD