Faye 53

2340 Words

Jantung Faye berdetak lebih cepat, seolah dunia berhenti berputar. Ia menatap mata tajam dengan senyum menyeramkan itu. Xander lebih tampak seperti iblis yang menyamar, wajah tampannya tidak memengaruhi ketakutan Faye. “Xander.” Faye menggeleng, berusaha menyembunyikan ketakutannnya. Ia tidak ingin kembali pada lelaki itu. Hidup dengan Xander sama saja mati secara perlahan. Xander jongkok, menyejajarkan diri dengan Faye. Lelaki itu mengulurkan tangan, mengusap kepala Faye. “Sayang, tenanglah. Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu,” ujar Xander kemudian mendekatkan diri ke telinga gadis itu. “Selama kamu tidak berusaha melarikan diri lagi. Kalau kamu coba-coba melakukan hal itu, lihat saja, aku ingin tahu, apakah teman-teman kamu di tempat kerja masih bisa menatap dunia dengan ten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD