Bab 165

5000 Words

“Melati. Bangun, Melati.” Biantara menepuk pelan pipi Melati, berusaha menahan kepanikan yang mulai merambat di dalam dadanya. Tangannya bergerak cepat membuka dasbor, mencari sesuatu yang bisa membantu. Ia menemukan minyak angin aroma terapi, menuangkannya sedikit ke ujung ibu jari, lalu mengoleskannya di bawah hidung sang istri dengan gerakan yang tetap terjaga rapi. “Come on, Melati … wake up. Please, don’t do this to me.” Napasnya tidak sepenuhnya stabil, tetapi ia memaksanya tetap terdengar tenang. Tangan Melati ia genggam, ibu jarinya mengusap perlahan punggung tangan wanita itu, mencoba menghadirkan hangat di tengah dinginnya rasa cemas yang terus menekan. “Melati ….” Beberapa detik terasa lebih lama dari seharusnya, sampai akhirnya tubuh Melati bereaksi. Kepalanya bergerak kec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD