Biantara langsung mematikan panggilan setelah mendengar pernyataan dari seberang sana. Ia menatap ponselnya beberapa detik, menunggu. Tidak lama setelahnya sebuah pesan video masuk. Layar itu menampilkan sosok kecil yang ia jelas ia kenal—Respati—sedang menangis di pelukan Yasmin. Tangis bayi itu keras, melengking, hingga wajahnya memerah. Tubuh mungilnya terlihat gelisah, sesekali meronta kecil. Yasmin tampak kewalahan, berusaha menenangkan dengan menepuk pelan punggungnya sambil mengayun tubuhnya perlahan. “Siapa, Mas?” Melati bertanya sesaat setelah melihat raut wajah sang suami. Ekspresi pria itu jauh dari kata tenang. Sorot matanya berubah drastis, ia tampak gelisah dan tegang. Otot rahangnya mengeras. Melati bisa melihat jelas bagaimana tubuhnya ikut menegang. Tangan kanannya mer

