64. Kelezatan yang Menusuk Hingga Sanubari

2607 Words

"Sha, sikat gigi gih!" ujar Gin setelah pembahasan mereka mengenai perasaan Tita untuk Alby dan Kaivan selesai. "Kenapa?" Refleks Tita menutup mulutnya dengan tangan. "Mulut gue bau banget?" "Bukan!” Refleks Gin tergelak. “Gue mau ngajak lo sepedaan." "Ck!" Tita berdecak lesu. "Ini kan bukan hari Rabu, Gin!" "Gue juga tau, Tisha." "Udah tau masih ngajakin!" gerutu Tita. Dari sekian banyak olahraga yang ia bisa, bersepeda adalah salah satu favorit Tita. Berjam-jam diajak bersepeda pun Tita lakoni, tapi tidak di hari saat ia harus bekerja. "Emang salah?" tanya Gin datar. "Salahlah!" balas Tita ketus. "Gue bisa telat kerja kalo sepedaan dulu. Atau kalo enggak telat juga, gue bisa ngantuk seharian." Gin menaikkan sebelah alisnya lalu bertanya heran. "Emang lo hari ini kerja?" Tita men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD