65. Si Manusia yang Kadang Bijak

1811 Words

"Ta, Pak Bos mana sih?" Mandi mencegat langkah Tita yang baru saja keluar dari ruangan Erwan. "Loh, kok nanya gue?" sahut Tita berlagak pilon. Padahal ia tahu dengan jelas Erwan ada di mana saat ini. "Kan lo pawangnya," jawab Mandi asal. "Salah! Calon daun mudanya," ujar Lika yang tahu-tahu ikut nimbrung. "Sembarangan!" gerutu Tita. "Calon ibu sambunglah, lebih terhormat sebutannya." Satu lagi perusuh datang dan ikut nimbrung, Kikan si preman pasar loak. "Halah! Paling juga jadi babysitter," celetuk Lika kejam. "Nyebelin ah kalian!" Tita berdecak jengkel. Ia mengentakkan kaki lalu mendorong ketiga perempuan di hadapannya. "Ta, jangan kabur dulu!" Mandi buru-buru menahan tangan Tita. "Apa lagi?" balas Tita galak. "Gue belum beres nanya." "Apaan?" "Mana Mas Erwan?" tanya Mandi fr

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD