"Sha …." Gin mengetuk perlahan pintu kamar Tita lalu membukanya sedikit. "Gue boleh masuk?" "Tumbenan amat nanya dulu," sahut Tita dengan suara masih mengantuk. "Takut lo lagi enggak pake baju," jawab Gin. "Ck!" Tita langsung mendelik galak. Gin berjalan mendekat lalu mengempaskan bokongnya di sebelah Tita. "Baru bangun lo?" Tita menatap sinis pada Gin. "Keliatannya?" "Pagi-pagi judes amat. Laper lo?" tanya Gin heran. "Mayan." "Enggak ke mana-mana hari ini?" "Nyindir?" balas Tita ketus. "Nyindir apa sih?" Gin mengernyit heran. Ada apa gerangan dengan gadis ini? Mengapa mendadak Tita menjelma menjadi gadis kebanyakan yang sulit dipahami? "Ngeledek?" tanya Tita lagi. Gin melipat tangannya di depan dadà kemudian mengembuskan napas jengkel. "Sha, lo kenapa deh pagi-pagi gini ngaja

