"Apa?!" Arya nyaris berteriak kalau saja ia tidak sadar sedang berada di tempat umum. Ini bukan pertama kalinya ia mendapatkan pernyataan cinta dari seorang gadis. Saat kuliah dulu, beberapa teman kampus baik yang setingkat ataupun junior, baik yang pribumi maupun yang bermata biru sempat menyatakan cinta padanya. Tapi, kondisinya bukan seperti gadis di hadapannya. Bukan gadis yang merupakan adik ipar dari wanita yang Arya cintai. "Apaan sih, Mas? Biasa aja dong," sahut Nala lalu duduk kembali ke kursinya. "Kamu tuh tadi..." Arya sampai tak sanggup untuk berkata-kata. Nala bertanya seakan ia tidak berbicara apa-apa tadi."Aku kenapa?" "Kamu kan tadi..." "Nembak Mas Arya maksudnya?" "Hmm, iya itu." "Ya terus?" "Maksudnya?" Nala menghela nafas. Bukannya salah satu di antara mereka

