Indah menatap Nathan dengan tajam setelah mendengar permintaan suaminya barusan. Nyali Nathan seketika ciut karena itu. Tapi kemudian secercah kebahagiaan memenuhi hati Nathan karena Indah merubah ekspresi wajahnya menjadi lebih lembut dan menganggukkan kepala. Nathan yang tadinya mau melepaskan tangannya yang bertengger di bahu Indah, kini kembali mengerat. "Jadi aku boleh kiss kamu, Yang?" tanyanya lagi agar tidak sampai ia salah dengar. Terkadang Kadang fakta beda tipis dengan halusinasi. "Hmm, iya boleh, Bang. Tapi ..." "Tapi apa?" "Tapi kiss doang lho ya. Gak boleh lebih. No kiss selain yang ada di area wajah aku. Apalagi sampai ke daerah samping terutama ke bagian bawah. Kan kita baru jadian." Nathan mengangguk cepat. Lalu segera mendekatkan bibirnya ke bibir Indah. Tapi Inda

