Bu Enny mengantarkan Kinan ke tempat kerja. Setelah memberikan beberapa pengarahan dari beliau, Kinan sudah mulai mengerjakan pekerjaannya. Ia melihat beberapa file yang harus ia pahami sampai dering telepon membuyarkan konsentrasinya.
"Halo pak ada yang bisa saya bantu." Tanya Kinan sopan
Kinan tahu kalau yang meneleponnya adalah Darren.
"Sayang bisa kesini sebentar." kata Darren lembut
" Baik Pak." Jawab Kinan
Kinan harus bilang dengan Darren kalau di kantor dia jangan memanggilnya sayang. Kinan pun segera menuju ruangan Darren.
Tokkkk...tokkkkk..
"Masuk." Kata Darren dari balik pintu
Kinan pun masuk ketika Darren sudah mengizinkannya masuk.
" Ada yang anda butuhkan pak?" Tanya Kinan berbicara formal
"Sayang please jangan bicara formal kayak gitu." kata Darren ga suka
"Darren kamu lupa sama janji kamu. Kalau selama di kantor kita harus profesional. Jadi di kantor kamu bos aku dan aku anak buah kamu." kata Kinan menjelaskan
Darren beranjak dari kursi kerjanya dan mendekati Kinan
Darren pun memeluk Kinan penuh sayang.
"Ok aku akan tepati janji aku tapi kamu juga harus tepatin janji kamu kalau ga boleh capek-capek. Dan kalau ada apa-apa langsung bilang ke aku." kata Darren mengeratkan pelukannya
Padahal baru 1 jam lalu Darren bertemu Kinan tapi entah kenapa ia sudah sangat merindukan Kinan. Darren merasa Kinan sudah menyita seluruh perhatiannya. Dan ia merasa kosong bila tak menatap Kinan.
"Ok.." kata Kinan pun membalas pelukan Darren
Pelukan Darren membuat tenang dan nyaman. Dan pelukan Darren seperti memberikan kekuatan yang lebih untuk bisa bertahan. Karena jujur saja di hari pertamanya ini ia sedikit gugup. Karena ia tahu tadi beberapa orang memandang remeh dirinya. Dan pelukan Darren seakan memberikan Kinan dukungan seakan-akan ia bilang jika semuanya akan baik-baik saja.
Huffftttt.....
Kinan baru saja menyelesaikan beberapa pekerjaan yang cukup menumpuk selama Darren pergi. Yapsss sudah hampir seminggu Darren tidak di kantor karena Darren harus melakukan perjalanan bisnis ke Australia. Sebenarnya Darren mengajaknya ikut tapi dengan tegas Kinan menolaknya karena ia ingin bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan pekerjaannya. Kinan akan menyerahkan beberapa laporan kepada Pak Farhan. Yapss selama Darren ga ada Pak Farhan lah yang menghandel semua pekerjaan Darren.
Tokkk.... tokkkk...
Kinan mencoba mengetuk ruangan Pak Farhan untuk menyerahkan laporannya.
"masuk. Jawab seseorang di balik pintu
"Maaf Pak mengganggu. Saya sudah membawa laporan yang bapak minta." kata Kinan sambil menyerahkan laporan yang dibuatnya
Pak Farhan langsung melihat laporan yang diberikan Kinan dan memeriksanya.
"Good saya suka dengan pekerjaan kamu. Awalnya saya cukup pesimis dengan kinerja kamu karena kamu adalah tunangan Pak Darren. Tapi setelah saya melihat hasil kerja kamu saya rasa itu semua salah dan saya suka dengan hasil kerja kamu."kata Pak Farhan memuji Kinan
"Terima kasih Pak saya akan melakukan yang terbaik untuk semua pekerjaan yang bapak berrikan." kata Kinan sumringah
Kinan merasa bahagia setidaknya hasil kerja kerasnya dapat dinilai orang lain tanpa harus membawa embel-embel jika dirinya adalah tunangan dari pemilik perusahaan ini. Dan ini menjadi motivasi Kinan untuk memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini.
"Kalau tidak ada yang dibutuhkan lagi saya permisi buat makan siang." kata Kinan pamit
"Ya silakan." Kata Kinan
Kinan pun segera keluar dari ruangan Pak Farhan dan langsung ke kantin untuk makan siang
Kinan sedang menyantap gado-gado pesanannya. Suasana kantin kantor cukup rame karena memang ini masih jam kerja. Beberapa pasang mata melihat ke arahnya. Ia tahu mereka tahu kalau dirinya adalah tunangan Darren. Ia juga mendengar gosip dari beberapa karyawati disini kalau dirinya tidak pantas bersama Darren tapi Kinan tak pernah memperdulikannya dan akan tetap menjadi dirinya sendiri. Karena Darren pun tak merasa aneh dengan dirinya. Dan ia selalu mengatakan pada Kinan jika ia mencintai Kinan apa adanya.
"Hai Kin."sapa seseorang dari arah belakang
"Hai Lil." Jawab Kinan
Lila yang teman SMA nya ternyata bekerja disini. Ia bekerja di departemen keuangan. Dan untung aja ada Lila jadi ia tak sendirian di kantor ini. Mereka pun sudah larut dengan obrolan mereka.
"
Makasi Bram." kata Kinan
Ya selama Darren tidak ada Bram lah yang menjaganya.
"Sama-sama Nona Kinan
Kinan pun segera masuk ke rumah mewah Darren.
"Malam Nona Kinan." sapa Rani
"Malam Ran." Jawab Kinan
" Apa anda mau saya siapkan makan malam?" tanya Rani
" Ga perlu Ran. Aku lagi ga ingin makan. Aku mau langsung tidur saja." kata Kinan dengan wajah yang sedikit pucat
"Baik Nona." Jawab Rani
Kinan pun segera menuju kamarnya dan bergegas mandi karena ia merada tubuhnya sangat lengket dan lelah.
"Ahhh......Segarnya." kata Kinan
Kinan baru saja selesai mandi. Sebenarnya Kinan lapar tapi ia sedang diet sekarang. Karena ia ingin terlihat kurus dan pantas berada disamping Darren. Dan tidak membuat Darren malu.
" Sudah beberapa hari ini ia hanya makan siang saja. Untuk pagi ia hanya makan buah saja dan untuk makan malam ia tidak makan apapun. Walapun badannya jadi lemas tapi ia masih bisa bertahan. Kinan sudah merebahkan badannya di ranjang. Entah kenapa ia begitu merindukan Darren. Ia merindukan ketika Darren tidur sambil memeluknya. Lama-lama memikirkan itu membuat Kinan tertidur karena terlalu merindukan Darren
Darren baru saja tiba di rumahnya setelah penerbangan yang melelahkan dari Australia beberapa hari yang lalu. Setelah beberapa urusannya beres Darren pun segera bergegas pulang. Ia sudah sangat ingin bertemu dengan Kinan. Tak bertemu dengannya seminggu membuatnya sangat merindukannya.
"Selamat malam Tuan Darren." sapa Tuan Thomas
"Dimana Kinan sekarang?" Tanya Darren langsung
" Nonan Kinan sudah tidur Tuan. Setelah pulang kerja tadi Nona langsung masuk ke kamar. Bahkan Nona Kinan melewatkan makan malamnya." Kata Pak Thomas menjelaskan
Tanpa menunggu lagi Darren langsung menuju kamarnya. Ketika melihat kamarnya ia melihat gadisnya sudah terlelap tidur. Darren pun segera merebahkan badannya disisi ranjang.
"I miss you Darren." kata Kinan mengigau dalam tidurnya
Darren hanya tersenyum mendengar gadisnya itu ternyata juga merindukannya. Darren pun segera merebahkan tubuhnya di samping ranjang dan menarik Kinan ke dalam pelukannya. Dan Kinan tersenyum dan merasakan kenyamanan ketika tidur di pelukan Darren. Darren pun mulai terlelap dalam tidurnya sambil memeluk gadisnya. Dan malam ini Darren bisa tidur lelap. Karena selama beberapa hari tak tidur bersama Kinan membuatnya susah tidur. Dan malam ini ia bisa tidur nyenyak.