Marsha semakin tidak bersemangat menjalani hari-harinya. Merasa tidak ada yang menarik dari apa yang dia jalani setiap harinya. Rasa kecewa, kesal juga cemburu bercampur menjadi satu. Kesepian pun melingkupi. Ingin rasanya Marsha lari dari rumah ini dan kembali menjalani hari sebagai sosok Marsha Atmaja tanpa bayang-bayang nama Patterson di belakangnya. Dulu ketika belum menjadi istri Mark, hidupnya memang biasa-biasa saja juga monoton. Lebih banyak sedih dari pada senangnya. Keseharian Marsha juga hanya dia habiskan dengan berada di resto. Namun, setiap hari Marsha bisa bertemu dengan para langganan setia restonya yang satu orang dengan orang lainnya memiliki sikap dan sifat yang berbeda. Ada yang baik dan suka memuji masakan di restonya sampai membuat Marsha bangga. Setidaknya dia tela