BAB 61

1311 Words

“Semua indikator cuaca merah pekat! Ini bukan sekadar hujan deras, tapi badai Supercell terbesar dalam lima tahun terakhir!” teriak staf meteorologi di ruang kontrol ATS Juanda. Suara teriakan itu memotong keheningan malam dan memicu gelombang ketegangan di ruang kendali utama. Dalam hitungan detik, atmosfer di lantai atas menara kontrol mendadak memanas. Di balik dinding kaca tebal yang mengelilingi ruangan, kilatan petir menyambar-nyambar liar di kegelapan malam, menerangi gumpalan awan hitam pekat berukuran raksasa yang bergerak cepat dari arah Selat Madura. Ria yang duduk di konsol Ground Control mencondongkan tubuhnya ke depan monitor. “Sektor utara dan timur laut terblokir total! Jarak pandang di landasan turun drastis di bawah tiga ratus meter!” “Angin permukaan meloncat ke tiga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD