BAB 38

1432 Words

“Kalau suatu hari perintah menara bertentangan dengan firasat kamu di kokpit saat membawa Thalia di dalam hidup kamu, mana yang akan kamu pilih, Valen?” Pertanyaan tajam Marshel membuat suasana meja makan mendadak hening. Dentang halus sendok porselen yang tadinya beradu pelan dengan piring porselen putih mendadak terhenti total. Udara di ruang makan keluarga Danubrata yang hangat dan semerbak aroma gurih kuah rawon mendadak terasa membeku, seolah seluruh pasokan oksigen di ruangan itu menguap dalam hitungan detik. Thalia yang sedang memegang teko poci berisi teh hangat menghentikan tuangannya seketika. Matanya membelalak pelan, menatap ayahnya dengan cemas sebelum dengan cepat mengalihkan pandangan penuh kekhawatiran ke arah pria yang duduk tepat di hadapannya. “Ayah, ini kan lagi maka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD