“Ibu Aksara sangat ramah, tapi perbedaan dunia keluarga kita terlalu jauh, Valen,” bisik Thalia pelan saat mereka duduk di dalam mobil Valen seusai pertemuan bertiga yang hangat. Suasana di dalam kabin mobil yang terparkir di pelataran mal malam itu terasa hening. Cahaya lampu-lampu jalanan Surabaya Barat menembus kaca depan, memantulkan pendar samar di wajah Thalia yang tampak dirundung gelisah. Jemari tangannya meremas tali tas kulitnya sendiri, menatap lurus ke arah dasbor. Valen mematikan mesin mobilnya kembali, memutar posisinya miring menghadap Thalia. Rona bahagia dari pertemuan mereka bersama sang ibu beberapa menit lalu mendadak berganti dengan rasa khawatir melihat perubahan sikap wanita di sampingnya. “Perbedaan dunia yang mana, Thalia?” tanya Valen lembut, menatap lekat m

