BAB 11

1294 Words

“Gak usah sok paling sempurna di depan pengawas, Thalia. Kamu cuma kelereng baru yang kebetulan lagi hoki,” bisik Maya dingin saat berpapasan di meja konsol nomor 4. Thalia tidak langsung merespons. Tangannya tetap luwes merapikan lembar catatan pergerakan udara di atas mejanya, menata tiap lembar kertas sesuai urutan waktu masuk penerbangan. Udara di ruang Approach Control hari itu terasa sedikit lebih mengikat, tertutup rapat oleh dinding kedap suara dan pendar lampu remang yang memantulkan bayangan biru dari monitor radar. “Setahu saya, papan nilai evaluasi bulanan dibuat berdasarkan data sistem, Kak Maya. Bukan berdasarkan hoki,” jawab Thalia datar, suara pelannya mengalun tenang di tengah dengung pendingin ruangan. Maya bersedekah d**a, menyandarkan pinggulnya pada tepi meja konsol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD