Raja masih menatap Bella tanpa henti. "Kamu tahu nggak, Bell?" ucapnya tiba -tiba. Bella melirik, keningnya berkerut. "Apa lagi?" "Kamu itu cantiknya nggak masuk akal," jawab Raja santai, tapi sorot matanya serius. Bella langsung menghembuskan napas, lalu menoleh ke arah jendela, pura -pura sibuk melihat lampu jalan. "Ya ampun, Raj … kamu tuh bisa nggak sih sekali aja nggak gombal?" "Itu bukan gombal, Bell," Raja cepat menimpali. "Itu fakta. Kalau aku bilang kamu cantik, ya memang kamu cantik." Bella menggigit bibir bawahnya, berusaha menahan senyum yang nyaris pecah. Pipinya terasa panas, seolah wajahnya sudah merah semerah lampu lalu lintas yang mereka lewati. Raja tersenyum lebar melihat reaksinya. "Tuh kan, kamu malu. Padahal aku belum bilang yang lain." Bella mendesah pelan, me

