“Meli, kamu tahu benar aku ini siapa. Aku merasa tidak pantas mendapatkan itu semua, tapi aku janji akan selalu ada dan memuaskan kamu jika kamu membutuhkan aku,” ucapnya seraya mencium tangan Meli dengan sikap layaknya pelayan terhadap ratunya. “Aku memang seorang gigolo yang dibayar untuk memuaskan wanita lain, tapi percayalah … mulai sekarang aku satu-satunya laki-laki penghibur milik kamu!” Meli kembali menangis mendengarnya. “Bagaimana bisa kita dipertemukan dengan cara seperti ini, Dani?” ucapnya menangis pilu memeluk Dani. Dani tersenyum dan membalas memeluk tubuh yang masih polos tak berbusana itu. “Selalu ada sisi baik di dalam sebuah kejadian, dengan aku menjadi gigolo, akhirnya aku bertemu dengan kamu di sini!” katanya. Meli mengangguk membenarkan hal itu. Dani lalu meng