Pintu toilet terbuka perlahan, aroma parfum mewah menyertai langkah anggun seorang wanita paruh baya yang mengenakan gaun berwarna biru tua elegan. Rambutnya ditata rapi dengan hiasan perak, sorot matanya tajam namun penuh wibawa. Rosalina yang masih berdiri di depan cermin dengan wajah memerah karena amarah, spontan menoleh. “Rosalina, bukan?” suara wanita itu terdengar dingin namun berkelas. Rosalina tersentak dan segera merapikan gaunnya, menundukkan kepala dengan hormat. “Ny. Lee… saya nggak menyangka bisa bertemu Anda di sini,” ujarnya sopan. Ny. Lee, istri dari pengusaha terkenal Mr. Hwang, menatap Rosalina lama, ekspresinya sulit terbaca. “Apa kau akan diam saja diperlakukan seperti itu di depan semua orang?” tanyanya dengan nada tajam. Rosalina menunduk, rahangnya mengeras. “Sa

