Bab 18

1095 Words

Musik klasik perlahan berubah menjadi alunan waltz yang anggun, memenuhi ballroom dengan suasana romantis. Para tamu mulai bangkit dari kursi mereka, sebagian sudah berpasangan di lantai dansa. Ny. Lee yang masih di panggung tersenyum elegan, lalu berkata melalui mikrofon, “Malam ini, saya ingin mempersilakan pasangan utama kita untuk memulai pesta dansa. Tuan Devan, Nyonya Rosalina, silakan.” Semua mata tertuju pada mereka. Devan sempat tertegun, melirik sekilas ke arah Serena yang duduk dengan tenang. Hatinya terasa tidak nyaman, namun Serena memberi anggukan kecil yang meyakinkan, meski matanya menyimpan rasa getir. Dengan terpaksa, Devan melangkah maju dan menawarkan tangannya pada Rosalina. Wanita itu tersenyum manis penuh percaya diri, menerima uluran tangan suaminya. Mereka berdu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD