Bab 23

1037 Words

Pagi itu rumah terasa berbeda. Dari kamar, Renata mendengar suara asing. Ada tawa perempuan dewasa, nyaring dan penuh percaya diri. Lalu disusul suara anak kecil yang ikut bersuara riang. Biasanya rumah itu hanya dipenuhi suara ibunya yang sibuk di dapur, atau keheningan kalau ayahnya belum pulang kerja. Renata turun dari tempat tidur dengan malas. Piyamanya kusut, rambut panjangnya awut-awutan. Ia mengucek mata sambil berjalan ke arah ruang makan. Begitu sampai di ambang pintu, langkahnya terhenti. Di meja makan, ayahnya duduk rapi dengan kemeja putih. Di sampingnya, duduk seorang perempuan cantik yang kemarin malam baru saja datang: Widya. Perempuan itu sedang menuangkan teh ke cangkir Ronald sambil tersenyum. Di kursi seberang, ada anak kecil seusianya dengan gaun kuning cerah dan ram

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD