Bab 22

1123 Words

Mobil hitam Devan berhenti di depan gedung Mahendra Group. Seperti biasa, satpam menunduk memberi salam. Serena keluar setelah Devan, langkahnya anggun, wajahnya tenang. Tapi jauh di dalam dirinya, ia sudah tahu apa yang akan terjadi hari ini. Devan berjalan lurus masuk ke lobi, Serena mengikutinya setengah langkah di belakang. Semua karyawan yang berpapasan menunduk memberi salam. Tak ada yang aneh dari luar, semuanya tampak normal. Begitu sampai di lantai presdir, Serena segera menaruh map jadwal rapat di meja Devan. “Agenda pagi ini sudah saya siapkan, Pak. Tim finansial jam sembilan, investor jam sebelas,” ucapnya dengan nada profesional. Devan hanya melirik sekilas. “Baik. Pastikan semua catatan sudah lengkap.” “Sudah, Pak,” jawab Serena singkat. Rapat berlangsung lancar. Devan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD