Bab 21

1141 Words

Rosalina menjatuhkan tasnya sembarangan di atas sofa begitu masuk ke ruang tamu. Suasana rumah masih berantakan dari semalam, namun ia tidak peduli. Langkahnya langsung menuju kamar, lalu ia mengunci pintu rapat-rapat. Dari dalam tas, ia mengeluarkan foto-foto yang diberikan Teddy. Satu per satu ia letakkan di meja rias. Sorot matanya menajam, jemarinya bergetar bukan karena takut, melainkan karena amarah yang menyesakkan d**a. “Renata Kusmanto…” desisnya pelan. Nama itu terdengar asing sekaligus akrab, memanggil kembali bayangan masa lalu. Rosalina menunduk, lalu tersenyum miring, wajahnya dipenuhi kebencian. “Saudara tiri menyedihkan,” lanjutnya dengan nada dingin. “Anak buangan yang dulu lari ke panti asuhan, meninggalkan ibunya mati sendirian. Dan sekarang… kau kembali dengan nama b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD