Bab 111

866 Words

Lara duduk tegak, kedua tangannya terkatup di pangkuan, berusaha menahan gemetar yang merambat pelan dari ujung jari hingga ke dadanya. Ia tidak berkata apa-apa ketika Richard mulai berbicara. Diamnya bukan tanda setuju, melainkan satu-satunya pertahanan yang masih ia miliki. Richard tersenyum tipis. “Kamu gadis yang tenang, Lara. Itu nilai lebih,” ucapnya lembut, hampir terdengar memuji. “Tapi dalam dunia Niko, ketenangan saja tidak cukup.” Lara tetap menunduk, menatap garis samar di atas meja, sementara setiap kata yang keluar dari mulut pria itu terasa seperti benang halus yang perlahan menjerat lehernya. “Kamu tahu posisimu, bukan?” lanjut Richard, suaranya tetap santun, namun sarat tekanan yang tak perlu ditinggikan. “Kamu hadir di hidupnya pada waktu yang … kurang tepat. Dan sayan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD