Setelah sarapan selesai, Niko tak memberi banyak jeda. Ia membantu Lara mengenakan mantel, memastikan syalnya terpasang rapi, lalu menggenggam tangannya menuju mobil. Udara dingin masih menggigit, tapi genggaman Niko terasa hangat dan menenangkan. Begitu Lara duduk di kursi penumpang, Niko langsung meraih sabuk pengaman dan memasangkannya dengan gerakan hati-hati. Baru saat itulah Lara menoleh, rasa penasarannya akhirnya menang. “Kita mau ke mana, Mas?” Niko tersenyum sekilas—senyum tipis yang hanya muncul sepersekian detik. Tangannya belum sepenuhnya menjauh, justru turun mengusap perut Lara yang belum terlalu besar itu, pelan dan penuh kehati-hatian. “Aku pengen lihat perkembangan bayi kita.” Lara terdiam. Dadanya menghangat. Sebelum benar-benar duduk tegak dan menyalakan mesin, Ni

